Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta

Penulis

  • Umar Fondoli Politeknik Jatiluhur

Kata Kunci:

Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal, Industri Keramik Plered, Wisata Edukasi (Edutourism), Krisis Regenerasi Pengrajin, Cagar Budaya Industri, Analisis SWOT, Ekonomi Pengalaman (Experience Economy), Digitalisasi Wisata (Smart Tourism

Abstrak

Studi penelitian ini menyajikan analisis komprehensif mengenai potensi, tantangan, dan strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Di tengah arus modernisasi dan industrialisasi yang mendominasi koridor Jawa Barat, Kecamatan Plered menghadapi paradoks eksistensial: memiliki warisan industri keramik yang bersejarah sejak awal abad ke-20 namun mengalami krisis regenerasi pengrajin dan fluktuasi pasar ekspor yang tajam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan integrasi data kuantitatif sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023-2025 serta tinjauan literatur mendalam terhadap dinamika sosio-kultural masyarakat Desa Anjun dan sekitarnya.

 

Melalui kerangka analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), laporan ini mengidentifikasi bahwa keberlanjutan industri keramik Plered tidak lagi dapat bergantung semata pada produksi komoditas massal, melainkan harus bertransformasi menuju ekonomi pengalaman (experience economy) melalui pariwisata edukasi.

 

Temuan studi menyoroti urgensi pemanfaatan bonus demografi Kecamatan Plered, dimana populasi usia produktif mendominasi namun belum terserap optimal dalam industri kreatif lokal. Strategi yang dirumuskan meliputi rekonstruksi narasi sejarah (storynomics) mulai dari legenda Panjunan hingga era industrialisasi kolonial, digitalisasi pemasaran melalui smart tourism, serta integrasi kurikulum lokal untuk memutus rantai krisis regenerasi. Laporan ini menawarkan peta jalan strategis bagi pemangku kepentingan untuk merevitalisasi Plered bukan hanya sebagai sentra produksi, tetapi sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang menjaga marwah kearifan lokal

Unduhan

Diterbitkan

22-07-2026

Terbitan

Bagian

Artikel